Kemacetan silinder mengacu pada fenomena bahwa bagian kompresor yang bergerak relatif tidak dapat beroperasi karena pelumasan yang buruk, kotoran, dll. saat kompresor bekerja. Kemacetan silinder menandakan kompresor telah rusak. Kemacetan silinder kompresor sering terjadi pada permukaan gesekan bantalan dan poros engkol dengan gesekan geser relatif, silinder dan bantalan bawah, serta permukaan gesekan piston dan silinder dengan gesekan gelinding relatif.
Penyebab umum kemacetan silinder
1. Minyak pelumas tidak mencukupi atau berkualitas buruk
Fungsi oli pelumas adalah membentuk lapisan pelindung antara berbagai bagian yang bergerak di dalam kompresor untuk mengurangi gesekan dan keausan. Jika oli pelumas tidak mencukupi, kontak langsung antara piston, poros engkol, dan bagian bergerak lainnya akan meningkat, sehingga mempercepat keausan. Jika kualitas oli pelumas buruk, oli tersebut mungkin tidak memberikan pelumasan yang cukup, dan bahkan dapat terurai pada suhu tinggi sehingga menghasilkan zat berbahaya seperti endapan karbon, yang semakin memperburuk lingkungan kerja kompresor dan akhirnya menyebabkan kemacetan silinder.
2. Benda asing masuk ke dalam silinder
Di lingkungan kerja kompresor, partikel kecil eksternal apa pun dapat masuk ke kompresor melalui berbagai saluran (seperti sirkuit pendingin, kegagalan filter udara, dll.). Benda asing yang masuk ke dalam silinder dan bersentuhan dengan piston akan menyebabkan gerak piston terhambat, dan kasus yang parah akan menyebabkan silinder macet. Selain itu, pecahan logam atau kotoran lain di dalam sistem juga dapat masuk ke dalam silinder selama pengoperasian kompresor sehingga menyebabkan kerusakan.
3. Operasi kelebihan beban
Kompresor didesain mempunyai jangkauan kerja tertentu. Jika dioperasikan dalam waktu lama melebihi kapasitas pengenalnya, seperti beban berlebihan atau tegangan tidak stabil, kompresor akan terkena tekanan tambahan, yang mengakibatkan peningkatan suhu internal, penurunan kinerja pelumasan, dan peningkatan keausan, yang dapat menyebabkan menyebabkan masalah kemacetan silinder.
4. Pengisian bahan pendingin yang tidak tepat
Pengisian refrigeran yang berlebihan atau kurang akan berdampak buruk pada kompresor. Jika pengisian berlebih, refrigeran cair bisa langsung masuk ke kompresor. Karena cairan tidak dapat dimampatkan, hal ini akan menyebabkan apa yang disebut fenomena "palu cair", mengencerkan oli pendingin, dan berdampak pada bagian yang bergerak hingga menyebabkan kemacetan silinder. Pengisian daya yang tidak memadai akan menyebabkan penurunan efisiensi pendinginan, dan kompresor perlu bekerja lebih lama untuk mencapai suhu yang disetel, sehingga meningkatkan risiko keausan.
Gambar
5. Cacat produksi atau kesalahan perakitan
Jika kompresor mengalami cacat produksi selama proses produksi, seperti pemilihan bahan yang tidak tepat dan akurasi pemrosesan yang tidak memadai, hal ini dapat menimbulkan masalah dalam penggunaan kompresor. Demikian pula, jika terjadi kesalahan selama pemasangan, seperti pemasangan suku cadang yang salah atau pengencangan yang tidak memadai, kompresor juga dapat mengalami kegagalan fungsi selama pengoperasian, yang pada akhirnya dapat menyebabkan kemacetan silinder.
6. Penyumbatan sistem
Apabila terjadi penyumbatan maka aliran refrigeran terhambat sehingga menyebabkan distribusi tekanan yang tidak merata pada sistem, dan tekanan pada sisi bertekanan tinggi akan meningkat secara signifikan sehingga menyebabkan kompresor dalam keadaan kelebihan beban sehingga menyebabkan suhu motor naik. bangkit. Saat berjalan dalam keadaan kelebihan beban, suhu di dalam kompresor akan meningkat sehingga akan mempengaruhi kinerja pelumas. Temperatur yang tinggi dapat menyebabkan pelumas menjadi lebih encer atau menguap, sehingga mengakibatkan penurunan efek pelumasan, yang dapat menyebabkan kemacetan silinder.






